Cara Buat SIM(Umum dan Perseorangan), Biaya dan Prosedur Pembuatan

Cara Buat SIM – Untuk menguji kelayakan dalam berkendara tidak hanya dilihat dari kelihainya dalam berkendara, namun juga syarat lainnya juga harus memiliki bukti surat kelayakan berkendara. Surat Ijin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu surat resmi yang mencangkup kompetensi bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan mengemudi di jalan. Sebagai salah satu negara yang berkembang Indonesia sendiri sudah menerapkan aturan ini sudah lama yang dijadikan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). SIM sendiri akan diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan pedoman lainnya.

Cara Membuat SIM

Cara Membuat SIM (mediaindonesia.com)

Sejumlah persyaratan yang telah diberlakukan juga sudah dimuat berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mana seorang pengendara dapat dikatakan memenuhi standart mengemudi  ketika kemampuannya sudah sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Namun tidak jarang masyarakat awam dari kita yang enggan memiliki SIM lantaran mereka dipersulit dengan cara membuat SIM yang memuat beberapa syarat dan juga aturan yang dibuat. Selain dijadikan untuk syarat mengemudi, SIM sendiri juga menjadi kendali sekaligus alat penegakan hukum dalam akuntabilitas pengemudi. Sedangkan dalam bidang kepolisian sendiri SIM sendiri juga dianggap menjadi kebutuhan forensik.

Tidak jarang sejumlah aparat penegak hukum (Polisi) juga memerlukan identitas pengemudi yang tidak jarang difungsikan sebagai mendukung kegiatan penyelidikan dan penyidikan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana lain. Pada masing-masing kendaraan juga memiliki jenis SIM dimana dibedakan dengan jenis perseorangan dan juga jenis SIM Umum. Selain itu kegunaan dan juga aturan yang dibuat pada tiap golongan masing-masing pembuat SIM juga berbeda. Disini kami akan memberikan beberapa jenis golongan, syarat dan juga cara membuat SIM A, B1, B2, dan SIM C yang  bisa dilihat berikut ini.

Golongan SIM Perseorangan

  • SIM A : Untuk mobil penumpang dan barang dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1: Untuk mobil dengan penumpang dan barang dengan jumlah berat lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2: Pemudikan kendaraan alat berat dan kendaraan penarik dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
  • SIM C: Mengemudikan kendaraan bermotor roda dua yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam.
  • SIM D: kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Golongan SIM Umum

  • SIM A Umum: Mengendarai mobil penumpang dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum: Digunakan mengemudikan penumpang dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan > 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum: Mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan > 1.000 kg untuk kereta tempelan atau gandengan.

Persyaratan Pembuatan SIM Perseorangan

Batas Usia Minimal

  • SIM A: 18 tahun
  • SIM B1: 20 tahun
  • SIM B2: 20 tahun
  • SIM C: 17 tahun
  • SIM D: 17 tahun

Syarat Administratif

  • Membawa KTP
  • Mengisi formulir permohonan
  • Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (formal)
  • Lulus Ujian teori, ujian praktek, atau ujian keterampilan melalui simulator

Persyaratan Pembuatan SIM Umum

Batas Usia Minimal Pemohon

  • SIM A Umum: 20 tahun
  • SIM B1 Umum: 22 tahun
  • SIM B2 Umum: 23 tahun

Syarat Administratif

Tidak jauh beda ketika mengurus SIM Perseorangan dimana syarat administratif untuk SIM Umum sama seperti yang kami ulas diatas. Hanya saja yang membedakan dari SIM Perseorangan adalah adanya tambahan untuk tes klinik mengemudi untuk mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP)

Prosedur Buat SIM

  1. Fotokopi KTP beberapa lembar
  2. Membawa surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter atau klinik kepolisian
  3. Membeli permohonan pembuatan SIM sesuai dengan tarif yang telah ditentukan untuk pembuatan SIM baru.
  4. Bayar premi asuransi sebesar Rp30.000 (tidak wajib)
  5. Isi data formulir permohonan dengan lengkap dan benar
  6. Serahkan ke petugas loket dan tunggu pemanggilan
  7. Ikuti ujian tulis dan praktek sesuai dengan aturan yang diberikan
  8. Kemudian akan diminta untuk tanda tangan, pengambilan sidik jari, dan juga foto
  9. Tunggu hingga dipanggil untuk mengambil SIM di loket.

Apabila semua prosedur cara membuat SIM sudah selesai dilakukan dan waktunya melakukan pengambilan, maka jangan lupa dengan tarif membuat SIM. Dari tiap jenis dan golongan SIM menetapkan harga buat SIM tersendiri. Untuk SIM A akan dikenakan tarif Rp120.000, sedangkan untuk SIM B1 dan B2 akan membayar Rp120.000. Untuk SIM C tarif yang harus dibayar Rp100.000 dan yang terakhir untuk SIM D adalah Rp50.000. Yang menjadi catatan kami adalah tarif dan cara membuat SIM bisa saja berubah sewaktu-waktu mengikuti aturan yang ada. Selain itu kami juga akan menyarankan untuk tidak memakai jasa calo untuk mempercepat proses pembuatan SIM. Hal ini akan membutuhkan tarif yang lebih mahal dibanding mengurus secara sendiri.

Source:

cara bikin sim a umum, biaya dan cara prosese buat si a, syarat membuat sim a umum, syarat bikin sim a umum, sim A umum, prosedur mencari sim b2, prosedur buat sim b1 umum dan biaya, persyaratan bikin sim A umum, harga sim a u, harga buat SIM A UMUM