Cara dan Syarat Klaim Uang JHT BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Uang JHT – Sebagai tugas pemerintah yang selalu sigap dalam melayani kebutuhan masyarakat, kini mulai bergulir pada program asuransi kesehatan. Program kesehatan yang dulunya dikenal sebagai Jamkesmas kini lebih dikenal dengan istilah BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Dalam pelaksanaanya program ini  dibedakan dalam 2 jenis yaitu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Dari kedua jenis kartu ini memiliki beberapa perbedaan dalam penggunaanya. Misalnya untuk BPJS ketenagakerjaan yang hanya dikhususkan bagi para pekerja swasta ataupun negeri. Sistem asuransi yang dilakukan adalah dengan merelakan potogan gaji setiap bulan untuk melakukan iuaran.

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan (eklaim.bpjsketenagakerjaan.go.id)

Menjadi salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang asuransi sosial, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan proteksi bagi para para pekerja di Indonesia untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu. Tidak jarang sejumlah pengguna BPJSTK menyebutnya sebagai JHT (Jaminan Hari Tua) yang memiliki layanan dan juga kebijakan tertentu yang berbeda dengan BPJS kesehatan. Salah satunya adalah kebijakan perihal pencairan dana iuaran hingga 100% yang bisa dilakukan oleh pengguna BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini diungkapkan sejak per tanggal 1 Juli 2015 telah dilakukan beberapa kali revisi perihal cara klaim JHT Ketenagakerjaan, yang akhirnya memiliki keputusan jika para pekerja yang masih aktif ataupun tidak lagi bekerja bisa mengambil dana 10% atau 30% dari total saldo.

Akan tetapi yang perlu kami garis bawahi adalah bagi pekerja yang masih aktif ada beberapa ketentuan yang harus diketahui sebelum klaim JHT.  Salah satunya adalah bagi mereka yang sudah 10 tahun menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan baru bisa mencairkan saldonya. Tidak hanya itu saja, dalam mencairkan dana juga bisa dilakukan keseluruhan ini juga akan tetap mengacu pada aturan yang diberikan oleh pihak BPJS. Maka dari itu bagi anda yang saat ini masih awam dengan cara klaim uang BPJS Ketenagakerjaan, disini kami akan memberikan beberapa pilihan dan juga ketentuan cara mencairkan saldo BPJSTK, berikut ulasanya.

Cara Klaim Uang JHT 10% dan 30%

Pada dasarnya pencairan uang JHT 10% ataupun 30% sudah diatur dalam peraturan pemerintah yang mana memuat keputusan bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan. Berbeda pada sebelumnya dimana saat  ini klaim JHT sendiri tidak bisa diambil secara bertahap lagi. Apabila sudah mencairkan pada tahapan pertama, maka pencairan selanjutnya harus 100%. Seperti yang suda kami informasikan bahwa ada beberapa syarat dan ketentuan untuk klaim JHT 10% dan 30%, berikut ulasannya.

Syarat Klaim Uang JHT 10% dan 30%

  • Membawa fotocopy kartu BPJS TK , KTP atau Paspor, Kartu Keluarga (KK) beserta yang asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan
  • Dokumen Perumahan

Untuk melakukan pencairan saldo JHT diatas tentunya juga akan ada pajak progresif yang harus ditanggung. Bagi peserta BPJSTK yang memiliki saldo di bawah Rp50 juta akan diberikan pajak sebesar 5% dan untuk salddo antara Rp50 – Rp250 juta, maka pajaknya yang harus ditanggung 15%. Untuk saldo yang > dari Rp500 juta, maka pajaknya yang harus ditanggung 25%. Bagi peserta BPJSTK yang tidak mencairkan saldonya selama 10 tahun, maka berapa pun jumlah saldo JHT yang dimiliki pajak yang ditanggung hanya 5%.

Cara Klaim Uang JHT 100%

Belakangan ini ada aturan baru yang menyebutkan bahwa untuk mencairkan saldo BPJSTK tidak harus menunggu 56 tahun atau mengalami cacat total dan meninggal dunia. Dengan aturan pemerintah pada tahun 2015 yang menyatakan hanya dengan berhenti bekerja selama 1 bulan peserta BPJSTK bisa langsung bisa klaim saldo JHT. Namun berbeda bagi mereka yang masih aktif bekerja, maka klaim JHT akan dibagi 10% untuk pensiun, 30% untuk biaya perumahan dan 100% ketika berumur 56 tahun. Syarat yang harus dilengkapi sebelum melakukan klaim JHT bisa dilihat berikut ini.

Syarat Klaim JHT 100%

  • Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  • KTP atau boleh juga SIM.
  • Kartu Keluarga.
  • Buku Tabungan.

Jika semua syarat klaim JHT sudah dilengkapi, maka saat ini anda bisa menyerahkan ke alamat kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Setelah itu akan diminta untuk melengkapi beberapa berkas seperti pengisian formulir, menandatangi beberapa perjanjian dan sebagainya. Jika semua prosedur cara klaim saldo JHT sudah selesai, maka tinggal tunggu transfer saldo JHT ke rekening. Selain itu permohonan pencairan JHT Ketenagakerjaan tidak harus ke alamat kantor BPJS melainkan bisa dilakukan secara online dengan mengajukan permohonan lewat online. Peserta BPJS bisa melakukan pengajuan permohonan klaim JHT. Jika ingin menggunakan layanan e-klaim JHT maka bisa klik disini. Lakukan login terlebih dahulu untuk melakukan pengaksesan, namun jika sebelumnya belum pernah daftar klik Registrasi.

Source:

syarat klaim jht 2017, syarat mencairkan bpjs ketenagakerjaan 2017, syarat pencairan jamsostek 2017, syarat pencairan bpjs ketenagakerjaan 2017, syarat klaim bpjs ketenagakerjaan, cara mencairkan jamsostek 2017, persyaratan pencairan bpjs ketenagakerjaan 2017, syarat pencairan bpjs 2017, persyaratan pencairan jamsostek 2017, syarat klaim jht